Cyano Spirulina

Spirulina adalah salah satu jenis alga yang berwarna hijau kebiruan. Alga ini termasuk dalam divisi cyanophyta, kelas cyanophyceae, ordo nostocales. Di bawah mikroskop, spirulina tampak seperti benang tipis (filamen) yang berbentuk spiral. Filamen ini merupakan koloni sel yang dapat bergerak. Sel spirulina berbentuk silindris dan berdinding tipis. Jenis alga ini berukuran sangat kecil, beruas (terdiri atas beberapa segmen), dan selnya berdiameter 1-3 mikron. Sementara itu, diameter sel spirulina yang berukuran besar bisa mencapai 3-12 mikron.

Perkembangbiakan spirulina terjadi dengan cara pembelahan sel (aseksual), yakni dengan memutus filamen menjadi satuan-satuan sel hingga menjadi filamen baru. Pemutusan filamen ini terjadi pada filamen ini terjadi pada filamen yang telah masak. Dari sinilah daur hidup spirulina berawal. Filamen yang telah putus menjadi beberapa bagian ini disebut dengan necridia. Necridia kemudian membelah menjadi seperti piringan yang terpisah-pisah dan selanjutnya membentuk koloni sel yang terdiri atas 2-4 sel. Koloni sel ini disebut dengan hormogonia yag akan memisah dari filamen induk, kemudian menjadi filamen baru. Hormogonia yang telah menjadi filamen baru bertambah banyak dengan cara pembelahan sel.

Spirulina termasuk organisme yang mudah beradaptasi pada kondisi lingkungan yang beragam. Meskipun demikian, spirulina memiliki daerah yang cocok sebagai tempat tubuh dan berkembang biak, seperti di daerah yang banyak terkena sinar matahari, daerah yang fluktuasi suhunya tidak terlalu tinggi, dan daerah yang curah hujannya sedang. Biasanya, spirulina tumbuh subur secara alami di danau yang mempunyai pH 7-13. Namun, sebenarnya pH optimum yang dibutuhkan oleh spirulina adalah 32-35 derajat Celcius. Jika suhu di atas 40 derajat Celcius, spirulina tidak akan tumbuh.

Spirulina

Jenis alga ini juga dapat berkembang biak di air laut. Hanya, diupayakan kandungan garamnya tidak lebih dari 100 gram/liter karena pertumbuhan idealnya hanya di perairan dengan kadar garam 20-70 gram/liter. Jika kadar garam terlalu rendah atau terlalu tinggi, spirulina tidak dapat berkembang biak dengan baik.

Unsur hara yang diperlukan untuk mengembangbiakkan spirulina berasal dari bahan organik atau anorgik. Contoh unsur hara dari bahan organik adalah hasil pembusukan kotoran hewan. Sementara itu, contoh unsur hara dari bahan anorganik adalah karbon (C), nitrogen (N), kalium (K), fosfor (P), magnesium (Mg), dan kalsium (Ca).

Selain mengandung 55% protein dan 6% lemak, spirulina juga mengandung pigmen astaxanthin. Pigmen ini berfungsi untuk membentuk warna merah dan mencemerlangkan warna ikan hias.

Spirulina kaya akan kandungan phycocyanin, yaitu pigmen pemberi warna biru yang tinggi protein, berguna untuk mendukung perkembangan tubuh dan sel otak anak. Selain itu, juga bermanfaat sebagai antioksidan, antiradang dan pelindung sel otak. Ganggang ini pun merupakan sumber selenium, salah satu mineral esensial yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh terhadap penyakit infeksi.

Kandungan zat besinya berguna mencegah anemia. Spirulina juga kaya kandungan gamma linoleic acid, yaitu asam lemak yang menjaga dan memperbaiki fungsi hati serta membantu pembentukan darah


=====================================

>>> Spirulina Luxor Makanan Terlengkap Untuk Kesehatan Yang Membersihkan (Detoksifikasi) dan Memberi Gizi, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Khasiat Spirulina and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *